Alhamdulillah, Banjarmasin Kurangi 52 Juta Lembar Sampah Kantong Plastik Tiap Tahun

Banjarmasin dinyatakan sebagai kota pertama di negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai. Aturan itu diterapkan dan berlaku di Banjarmasin pada 1 Juni 2016 lalu.
PENELITI JEPANG - Teliti aturan larangan kantong plastik di Banjamasin
Pelarangan tersebut berlaku untuk seluruh toko, ritel, supermarket dan pusat perbelanjaan tanpa kecuali, termasuk di beberapa pasar tradisional. Sudah empat tahun aturan tersebut berlaku di kota yang berjuluk seribu sungai ini yang dituangkan dalam Perwali nomor 18 tahun 2016. "Di Indonesia, kita sudah 3 tahun menerapkan aturan ini, kita akan lanjutkan terus sampai kota kita bebas dari sampah plastik," ucap Ibnu Sina. 

Sejak pelarangan kantong plastik di Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan berhasil menekan peredaran kantong plastik sekali pakai sebesar 52 juta lembar setiap tahun. Atas keberhasilannya ini, sudah banyak penghargaan yang diberikan kepada Kota Banjarmasin.

Kota Banjarmasin kini benar-benar menjadi perhatian dunia internasional. Terlebih dengan terbitnya Perwali Nomor 18 tahun 2016 tentang Pelarangan Kantong Plastik bagi Ritel dan Toko Modern yang diberlakukan kota berjuluk seribu sungai ini sejak Juni 2016 lalu, mulai diikuti kota-kota lain di Indonesia.

Mr Takuya Hasegawa PhD.dari Kyoto University, Jepang sempat melakukan penelitian atas aturan ini. 
 “Ini unik. Karena awalnya tidak ada kota lain se asia pasifik yang melakukan pelarangan kantong plastik. Jadi Kota Banjarmasin yang pertama melakukannya,” ucapnya.

Solusi yang ditawarkan Pemkot Banjarmasin sebagai pengganti kantong plastik yakni menggunakan bakul purun pun diapresiasi masyarakat dan pemerintah pusat. Kementerian LHK juga sudah menetapkan bakul purun sebagai pengganti kantong plastik. Setiap bulan sekira 1000 buah bakul purun di kirim ke luar kota ini, dan Kementerian LHK setiap kegiatan selalu memesan bakul purun untuk dijadikan seminar kit.

Tak hanya itu, Pemko Banjarmasin juga menerima penghargaan dari pemerintah pusat berupa dana insentif sebesar Rp9,3 miliar per tahun. Dana tersebut digunakan untuk memotivasi warga, kemudian membeli mobil sapu-sapu dan menaikan insentif petugas kebersihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar